Selasa, 25 Maret 2014

Penulisan 2 (Pendidikan Kewarganegaraan)

Nama  : Vica Haristantia
NPM   : 17212568
Kelas   : 2EA25

 

festival bunga sakura di jepang 

FESTIVAL O-HANAMI

         
 
O-Hanami atau festival bunga sakura bagi orang Jepang merupakan eventyang sangat dinanti. Festival ini dirayakan setiap akhir bulan Maret dan awal bulan April. Keindahan bunga sakura yang bermekaran merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang Jepang. Bahkan mereka menganggap bunga sakura adalah bagian jiwa mereka. Karena itu, mekarnya bunga sakura menjadi moment yang paling spesial. O-hanami juga dipakai sebagai tanda datangnya musim semi serta dimulainya tahun ajaran baru. Para remaja wanita tidak ketinggalan menggunakan kesempatan ini untuk mengeluarkan kimono-kimono baru mereka dan menggunakannya sepanjang perayaan.
Sejarah O-hanami
           Merayakan musim bunga sakura memang sudah dimulai sejak Periode Nara (710-784) yang sebenarnya datang karena pengaruh Dinasti Tang dari Cina. AWalnya mereka lebih mengagum bunga Ume. Tapi saat periode Heian, sakura mulai menarik perhatian orang Jepang. Mulai dari situ O-hanami menjadi festival yang rutin dirayakan setiap tahun. Mekarnya bunga sakura juga dijadikan sebagai ritual keagamaan & digunakan sebagai tanda dari akhir tahun serta dimulainya musim bercocok tanam. Karena itu, banyak orang-orang Jepang yang berdoa di kuil atau berdoa di bawah pohon sakura.
Pada periode Heian, hanya kalangan bangsawan yang selalu merayakan O-hanami ini. Kebiasaan ini kemudian masuk ke kalangan samurai & akhirnya menyebar sampai kalangan rakyat dari berbagai golongan pada periode Edo. Perayaan O-hanami sedikit demi sedikit mulai berubah tujuannya. Dari merayakannya untuk ritual agama, menjadi bagian dari gaya hidup para samurai & kemudian menjadi alat untuk memperkuat kekuasaan. Sedangkan di jaman modern ini, O-hanami lebih kepada acara pribadi &merupakan kesempatan untuk berkumpul & bersenang-senang.
 
O-hanami di Masa Sekarang 
           Di masa sekarang, umumnya beribu-ribu oarang berkumpul secara berkelompok untuk berpiknik dengan membawa makanan yang spesial dan minuman sake. Perayaan O-hanami sudah dimulai sejak siang hari & kadang-kadang terus berlanjut sampai malam hari. Sakura memang selalu mengundang decak kagum. Saat bermekaran pohon ini didominasikan dengan warna-warna putih & merah jambu. Sedikitpun tidak ada warna hijau. Sayangnya bunga-bunga sakura yang bermekaran tidak bisa bertahan lama. Bunga sakura hanya bertahan selam 7 sampai 10 hari. Setelah itu bunga sakura mulai berguguran & berganti menjadi warna kehijauan. Tempat yang populer dikunjungi untuk merayakan O-hanami adalah taman-taman & pusat rekreasi, salah satunya Taman Ueno. Sealain merayakannya dengan berpiknik, berbagai acara besar pun digelar dengan bertemakan sakura, seperti konser musik & tari-tarian.Setelah masa mekarnya habis, bunga sakura mulai berguguran. Ribuan helai bunga sakura yang berguguran terlihat seperti salju yang menutupi permukaan tanah. Angin musm semi yang sering menerbangkan helaian bunga sakura ini semaki menambah indah pemandangan. Orang Jepang menyebutnya sebagai hanafubuki (badai salju sakura)

 

TUGAS 2 (Identitas Nasional)


Nama :Vica Haristantia
NPM  : 17212568
Kelas  : 2EA25


IDENTITAS NASIONAL

1.      Masalah Identitas Nasional muncul akhir-akhir ini lebih dikarenakan kekhawatiran sebagian pihak atas semakin mengikisnya kebanggaan terhadap budaya nasional. Menurut saudara mengapa kekhawatiran itu timbul? Dan bagaimana mengatasinya?
-          Menurut saya, karena masuknya kebudayaan asing merupakan salah satu faktor yang membawa kekhawatiran terhadap budaya nasional seperti melalui musik, gaya kehidupan, pakaian dan teknologi yang semakin canggih yang dimiliki oleh kebudayaan asing.
-          Cara mengatasinya, dengan mempunyai rasa bangga terhadap kebudayaan sendiri dan mengetahui lebih dalam kebudayaan kita. (Vica Haristantia)

2.      Identitas nasional tidak berbentuk begitu saja, melainkan melalui evolusi dan proses panjang. Bagaimanakah proses pembentukan identitas nasional tersebut?
-          Identitas nasional tumbuh dan berkembang berdasarkan nilai-nilai masyarakat yang memunculkan perasaan solidaritas sosial. Suatu identitas nasional menunjukkan bahwa individu-individu setuju atas pendefinisian diri mereka yang saling diakui, yakni kesadaran mengenai perbedaan mereka dengan orang lain dan suatu perasaan akan harga diri bersama mereka (Charles F Andrain, 1992). Kesadaran akan penghargaan diri diwujudkan dalam bentuk nilai, norma, dan simbol-simbol ekspresif yang dianut bersama. Nilai merupakan konsep yang sangat umum mengenai hal yang bernilai, berharga, diinginkan, suatu kriteria untuk menentukan tindakantindakan mana yang harus diamabil. Lebih spesifik dari nilai, norma merupakan peraturan-peraturan (hak dan kewajiban) yang menunjukkan bagaimana nilai-nilai diwujudkan. Simbol-simbol ekspresif seperti yang ditemukan dalam seni, ritual, dan mitos, memberikan ekspresi konkrit pada nilai-nilai dan norma-norma yang lebih abstrak. Melalui simbol-simbol ekspresif seperti bendera, lagu kebangsaan dan pahlawan-pahlawan rakyat, nilai-nilai yang abstrak dan tidak tampak menjadi hangat bagi individu-individu. (http://www.zakapedia.com/2013/08/proses-pembentukan-identitas-nasional.html)

3.      Wujud dari identitas nasional antara lain adalah Patriotisme dan Nasionalisme. Jelaskan perbedaan keduanya dan bagaimana keduanya dapat membentuk identitas nasional?
-          Patriotisme adalah sikap yang berani, pantang menyerah dan rela berkorban demi bangsa dan negara. Patriotisme berasal dari kata "patriot" dan "isme" yang berarti sifat kepahlawanan atau jiwa pahlawan, atau "heroism" dan "patriotism" dalam bahasa Inggris. Pengorbanan ini dapat berupa pengorbanan harta benda maupun jiwa raga.
-          Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok manusia.
-          Membentuk identitas nasional dengan bangga atas kebajikan suatu negara dan bersemangat untuk memperbaiki kekurangan tersebut, tetapi juga mengakui patriotisme yang sah dari negara lain, dengan kebajikan mereka sendiri yang spesifik sedangkan nasionalisme merasa dirinya lebih unggul. (http://id.wikipedia.org/wiki/Patriotisme, http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalisme)

4.      Wujud negatif dari identitas nasional adalah Chauvinisme. Jelaskan mengapa sikap ini negatif pengaruhnya terhadap identitas nasional?
-          Chauvinisme, yaitu paham yang mengagung-agungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain
-          Pengaruh negatif terhadap identitas nasional :
a.      Menolak kebudayaan yang positif dari bangsa lain
b.      Tidak adanya hubungan harmonis antar bangsa lain contoh seperti malaysia dengan indonesia dan sebagainya
c.       Menolak Warga Negara Asing (WNA)
d.      Menjadi anti sosial terhadap bangsa lain (Sumber : Vica Haristantia)

5.      Terkadang Identitas Nasional bersebrangan dengan Identitas Pribadi. Bagaimana sebaiknya menurut saudara mengharmoniskan kedua hal tersebut sehingga bisa berjalan berdampingan?
-          Bisa menghargai pendapat yang satu dengan  yang lain
-          Tidak mengutamakan kepentingan pribadi
-          Harus mempunyai rasa partisipasiyang tinggi (Sumber : Vica Haristantia)

6.      Globalisasi yang melanda dunia saat ini berdampak positif dan  negatif bagi identitas nasional. Agar dapat memanfaatkan gerakan dimaksud untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Indonesia tanpa harus mengancam identitas nasional bangsa Indonesia. Menurut saudara apa tindakan yang harus diambil?
-          Tindakan yang harus diambil agar identitas nasional kita tidak tergerus karena globalisasi adalah dengan memanfaatkan hasil positif tersebut, ketika hubungan baik terjalin maka hal yang dilakukan adalah bagaimana kita dapat memaksimalkan potensi yang ada di negara kita dalam hal ini ekspor dan impor, bagaimana kita kita mampu mengekspor potensi tersebut dan ini merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia akibat globalisasi yang memang mengancam eksistensi jati diri bangsa Indonesia. (http://noviaendahlestari.wordpress.com/2014/03/27/tugas-2-identitas-nasional/)

Sabtu, 22 Maret 2014

PENULISAN 1

Nama : Vica Haristantia
NPM : 17212568
Kelas : 2EA25
 
ALAT TRANSPORTASI BUSWAY (PENULISANKU)

  •  PENGERTIAN BUSWAY

Transjakarta atau umum disebut Busway adalah sebuah sistem transportasi bus cepat atau Bus Rapid Transit di Jakarta, Indonesia. Sistem ini dimodelkan berdasarkan sistem TransMilenio yang sukses di Bogota, Kolombia. Perencanaan Busway telah dimulai sejak tahun 1997 oleh konsultan dari Inggris. Pada waktu itu direncanakan bus berjalan berlawanan dengan arus lalu-lintas (contra flow) supaya jalur tidak diserobot kendaraan lain, namun dibatalkan dengan pertimbangan keselamatan lalu-lintas. Meskipun Busway di Jakarta meniru negara lain (Kolombia, Jepang, Australia), namun Jakarta memiliki jalur yang terpanjang dan terbanyak. Sehingga kalau dulu orang selalu melihat ke Bogota, sekarang Jakarta sebagai contoh yang perlu dipelajari masalah dan cara penanggulangannya.

  •  SEJARAH BUSWAY

Ide pembangunan proyek Bus Rapid Transit di Jakarta muncul sekitar tahun 2001 dengan inspirasi proyek serupa di Bogota. Kemudian ide ini menjadi sebuah tantangan untuk gubernur Sutiyoso yang terpilih sebagai gubernur DKI Jakarta untuk periode yang kedua (2002-2007). Sebuah institut bernama Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) menjadi pihak penting yang mengiringi proses perencanaan proyek ini. Konsep awal dari sistem ini dibuat oleh PT. Pamintori Cipta, sebuah konsultan transportasi yang sudah sering bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Selain pihak swasta, terdapat beberapa pihak lain yang juga mendukung keberhasilan dari proyek ini, di antaranya adalah badan bantuan Amerika (US AID) dan The University of Indonesia’s Center for Transportation Studies (UI-CTS).

·         Koridor 1 (2004)
         
jalur transjakarta (kanan) merupakan jalur khusus yg tidak boleh dilewati kendaraan lainnya
Bus Transjakarta memulai operasinya pada 15 Januari 2004 dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta. Untuk mencapai hal tersebut, bus ini diberikan lajur khusus di jalan-jalan yang menjadi bagian dari rutenya dan lajur tersebut tidak boleh dilewati kendaraan lainnya (termasuk bus umum selain Transjakarta). Agar terjangkau oleh masyarakat, maka harga tiket disubsidi oleh pemerintah daerah.
Pada saat awal beroperasi, Transjakarta mengalami banyak masalah, salah satunya adalah ketika atap salah satu busnya menghantam terowongan rel kereta api. Selain itu, banyak dari bus-bus tersebut yang mengalami kerusakan, baik pintu, tombol pemberitahuan lokasi halte, hingga lampu yang lepas.
Selama 2 pekan pertama, dari 15 Januari 2004 hingga 30 Januari 2004, bus Transjakarta memberikan pelayanan secara gratis. Kesempatan itu digunakan untuk sosialisasi, di mana warga Jakarta untuk pertama kalinya mengenal sistem transportasi yang baru. Lalu, mulai 1 Februari 2004, bus Transjakarta mulai beroperasi secara komersial.
 
beberapa bus transjakarta di jalan sudirman


Sejak Hari Kartini pada 21 April 2005, Transjakarta memiliki sopir perempuan sebagai wujud emansipasi wanita. Pengelola menargetkan bahwa nanti jumlah pengemudi wanita mencapai 30% dari keseluruhan jumlah pengemudi. Sampai dengan bulan Mei 2006, sudah ada lebih dari 50 orang pengemudi wanita

·         Koridor 2 dan 3 (2006)

Tepat 2 tahun setelah pertama kali dioperasikan, pada 15 Januari 2006 Transjakarta meluncurkan jalur koridor 2 (Pulogadung-Harmoni) dan 3 (Kalideres-Pasar Baru).
Sejak Minggu-10 Februari 2008, beberapa bus Transjakarta koridor 3 mulai melalui rutenya yang baru, yaitu dari arah Kalideres setelah halte Jelambar tetap lurus melewati Jalan Kyai Tapa menuju Halte Harmoni Central Busway tidak berbelok melalui Tomang. Penggunaan jalur ini masih belum resmi karena sebagian besar bus koridor 3 masih melaui jalur Tomang, dan 2 halte busway sepanjang Jalan Kyai Tapa belum beroperasi. Sejak tanggal 10 September 2008, 2 halte yaitu Grogol Trisakti dan Sumber Waras mulai dioperasikan secara resmi.
·         Koridor 4, 5, 6, dan 7 (2007)
Pada tahun 2006, dimulai pembangunan 4 koridor baru Busway, yaitu:
Sama seperti pada pembangunan koridor-koridor sebelumnya, proyek pembangunan 4 koridor ini juga mengundang reaksi negatif beberapa pihak terutama karena kemacetan parah yang disebabkannya.
Koridor 4-7 ini diresmikan penggunaannya pada Sabtu-27 Januari 2007, oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di shelter Taman Impian Jaya Ancol. Setelah peresmiannya, keempat koridor ini baru efektif beroperasi pada tanggal 28 Januari 2007. Tidak seperti pada waktu peresmian koridor 1, tidak ada tiket gratis untuk masyarakat untuk sosialisasi di koridor-koridor ini
·         Koridor 8 (2008 - 2009), 9, dan 10 (2008 - 2010)
Pembangunan koridor 8-10 dimulai pada bulan Agustus 2007. Ketiga koridor ini awalnya direncanakan untuk dapat beroperasi bulan Maret 2008, namun mengalami beberapa penundaan.
Rencana operasional koridor 8 awalnya ditunda hingga 14 Februari 2009, namun akhirnya mengalami penundaan lagi. Koridor ini pertama kali diujicoba secara terbatas pada tanggal 9 Februari 2009, dan memasuki tahap operasional pada Sabtu-21 Februari 2009.Dari 45 bus yang dibutuhkan untuk melayani koridor 8, hingga tanggal 6 Februari 2009 baru tersedia 20 bus, yang memaksa BLUTJ untuk memangkas rute operasional dari Lebak Bulus - Harmoni menjadi Lebak Bulus - Daan Mogot (Halte Jelambar, walau sebagian sumber menginformasikan Halte Indosiar).
Pada hari pertama operasionalnya, koridor 8 direncanakan beroperasi pada periode 13.00-22.00 WIB.Setelah mengalami beberapa penundaan, pada Senin-7 Desember 2009, Kepala Dinas Perhubungan DKI M. Tauchid menginformasikan bahwa pengoperasian koridor 9 dan 10 kembali mengalami penundaan. Target operasional yang awalnya ditetapkan pada Juni-Oktober 2010 diundur menjadi November 2010.Penundaan kali ini disebabkan karena penentuan tarif per kilometer bus yang baru disepakati oleh Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan belum ditunjuknya operator yang mengelola koridor ini. Penentuan operator direncakan menggunakan sistem lelang yang akan dilakukan pada bulan Februari atau Maret 2010. Koridor ini direncakan akan dilayani oleh total 139 armada dengan perincian:
  • 65 bus single dan 15 bus gandeng di Koridor 9.
  • 45 bus single dan 10 bus gandeng di Koridor 10.
Koridor 8, 9, dan 10 ini melayani rute:
  • Lebak Bulus - Harmoni (Koridor 8), dengan panjang 26 km.
Rute melalui Jalan Ciputat Raya, Jalan TB Simatupang, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arif, Jalan Letjen Supeno, Simprug Bypass, Jalan Panjang Raya, Jalan Daan Mogot, Jalan Tomang Raya, Gajah Mada/Hayam Wuruk.
  • Pinang Ranti - Pluit (Koridor 9), dengan panjang 29,9 km.
Rute melalui Jalan Pondok Gede Raya, Tol Jagorawi, Mayjen Sutoyo, MT Haryono, Gatot Subroto, S.Parman, Latumenten (Stasiun KA Grogol), Jembatan Besi, Jembatan Dua, Jembatan Tiga, Penjaringan, Pluit.
Rute melalui Jalan Mayjen Sutoyo, DI Panjaitan, Jend Ahmad Yani, Yos Sudarso, Enggano
Bus yang digunakan sebagai bus Transjakarta adalah
Semua armada Transjakarta tersebut disertai dengan gambar elang bondol terbang sambil mencengkram beberapa buah salak di bagian eksterior. Bahan bakar yang digunakan di semua koridor berbahan bakar gas.
Bus-bus ini dibangun dengan menggunakan bahan-bahan pilihan. Untuk interior langit-langit bus, menggunakan bahan yang tahan api sehingga jika terjadi percikan api tidak akan menjalar. Untuk kerangkanya, menggunakan Galvanil, suatu jenis logam campuran seng dan besi yang kokoh dan tahan karat.
Bus Transjakarta memiliki pintu yang terletak lebih tinggi dibanding bus lain sehingga hanya dapat dinaiki dari halte khusus busway (juga dikenal dengan sebutan shelter). Pintu tersebut terletak di bagian tengah kanan dan kiri. Untuk bus gandeng memiliki tiga pasang pintu yaitu bagian depan, tengah, belakang kanan dan kiri. Sedangkan bus single di koridor 4 - 9 memiliki dua pasang pintu, yaitu bagian depan dan belakang kanan dan kiri
Pintu bus menggunakan sistem lipat otomatis yang dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. Untuk bus koridor 2 - 8, mekanisme pembukaan pintu telah diubah menjadi sistem geser untuk lebih mengakomodasi padatnya penumpang pada jam-jam tertentu, di dekat kursi-kursi penumpang yang bagian belakangnya merupakan jalur pergeseran pintu, dipasang pengaman yang terbuat dari gelas akrilik untuk menghindari terbenturnya bagian tubuh penumpang oleh pintu yang bergeser.
Setiap bus dilengkapi dengan papan pengumuman elektronik dan pengeras suara yang memberitahukan halte yang akan segera dilalui kepada para penumpang dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Setiap bus juga dilengkapi dengan sarana komunikasi radio panggil yang memungkinkan pengemudi untuk memberikan dan mendapatkan informasi terkini mengenai kemacetan, kecelakaan, barang penumpang yang tertinggal, dan lain-lain. Khusus di semua koridor dilengkapi papan nomor bus contoh : JMT 053, DMR 5142, BMP 046. Sementara di koridor 1, koridor 9, koridor 10, koridor 11 dan 12 dilengkapi papan jurusan bus contoh 1. BLOK M-KOTA, 9A. PLUIT atau 9A. PINANG RANTI, 9B. GROGOL 2 atau 9B. CILILITAN, 10. TANJUNG PRIOK atau 10. CILILITAN, 11. KAMPUNG MELAYU atau 11. PULO GEBANG dan 12. PLUIT atau 12. TANJUNG PRIOK.
Untuk keselamatan penumpang disediakan 8 buah palu pemecah kaca yang terpasang di beberapa bingkai jendela dan 3 buah pintu darurat (koridor 1 - 3 dan 10), 1 pintu darurat (koridor 4 - 9, 11) yang bisa dibuka secara manual untuk keperluan evakuasi cepat dalam keadaan darurat, serta dua tabung pemadam api di depan dan di belakang.
Untuk menjaga agar udara tetap segar, terutama pada jam-jam sibuk, mulai bulan Januari 2005 secara bertahap di setiap bus telah di pasang alat pengharum ruangan otomatis, yang secara berkala akan melakukan penyemprotan parfum.

SALAH SATU KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN BUSWAY SEBAGAI ALAT TRANSPORTASI

Cukup banyak keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita menggunakan busway sebagai alat transportasi. Apalagi di kota besar seperti Jakarta. Selain dapat menghemat waktu, biaya yang kita keluarkan juga relative lebih murah, apalagi jika dibandingkan dengan kita menggunakan bis umum. Jika kita menggunakan bis umum dengan keadaan yang penuh sesak dan panas belum lagi jika terkena kemacetan, tapi jika kita menggunakan busway keadaan bis yang cukup nyaman dan juga punya jalur sendiri itu lah salah satu keuntunggan kita menggunakan busway dibandingkan dengan  bis umum.
KELEMAHAN MENGGUNAKAN BUSWAY SEBAGAI ALAT TRANSPORTASI
Kekurangannya adalah letak berdirinya penumpang jika bus terisi sangat penuh. Saya yang merasakan sesaknya busway pada saat jam pulang kantor itu teramat menyiksa, apalagi jika sang supir busway ngerem mendadak. Dia tidak mengetahui bahwa letak berdiri penumpang di dalam busway itu sangat tidak nyaman, karena hanya dapat berpegangan pada satu pegangan dan itu bs digunakan oleh beberapa orang jika bus terisi sangat penuuuh…selain dengan letak berdiri penumpang, busway koridor 6 jurusan ragunan – dukuh atas sangat lama sampainya..mungkin dikarenakan jalanan yang macet sehingga bus tertahan, tetapi dari pengalaman saya juga, saya bisa menunggu busway datang itu 15menit sekali, belum lagi jika harus menunggu untuk mengantri dan busway tersebut hanya dapat mengangkut hanya 5orang sedangkan yang mengantri di halte tersebut sangatlah banyak. Terlebih lagi di halte dukuh atas II tempat transit koridor 6(Ragunan),4(Pulogadung) dan 1(Blok M) pada saat jam pulang kantor antiran bisa mencapai 100meter, hampir menutupi jalan jembatan yang kearah BlokM, mereka bisa menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan bus yang kearah Pulo Gadung atau Ragunan tersebut. Ini adalah beberapa kekurangan dari penggunaan busway. Diharapkan pemerintah dapat segera menindak lanjuti kekurangan yang terjadi di berbagai koridor ini.
Sumber :